5 Langkah Meningkatkan Produktifitas

Berikut adalah 5 langkah yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan produktifitas.

1. Tulisalah Daftar Pekerjaan Anda kemudian Prioritaskan

Salah satu cara paling mudah agar lebih produktif adalah menulis apa yang harus anda kerjakan dalam satu periode waktu tertentu, misalnya pada satu hari atau satu minggu, kemudian Anda buat prioritasnya. Dalam membuatnya, Anda dapat dibantu dengan aplikasi task management, seperti Google Tasks, Microsoft Outlook, atau aplikasi smartphone. Alasan kenapa harus tertulis adalah agar Anda merasa lebih jelas (clarity) dan yakin tentang pentingnya apa yang anda dikerjakan. Selain itu, menulis sesuatu akan membuat terasa lebih konkrit.

2. Batasi Jumlah Pekerjaan.

Batasi jumlah pekerjaan dan prioritas jika dirasakan sudah terlalu banyak. Anda akan merasa terpukul jika tidak dapat mencapai semuanya. Anda harus lebih realistis. Seberapa banyak jumlah pekerjaan yang dapat Anda selesaikan, juga bergantung pada seberapa detil ada menulisnya pekerjaan tersebut. Jika Anda hanya menulis bagian besarnya saja (tidak detil), menambahkan satu atau dua pekerjaan baru pada level ini akan sangat membebani Anda. Continue reading “5 Langkah Meningkatkan Produktifitas”

Karakteristik Basa Pemrograman Java dan Runtime

Ada beberapa karakteristik bahasa pemrograman java, yaitu:
  • Simple dan bersifat object-oriented. Bagi pemrogram yang telah mengerti konsep ecapsulation, inheritance, dan polymorphism, kemudian dapat mengimplementasikan dalam java, maka Anda akan dapat lebih mudah mengerti tentang arsitek aplikasnya. Sintak bahasa Java sangat mirip dengan bahasa C atau C++, sehingga akan familiar dengan pemogram yang biasa menggunakan bahasa tersebut.
  • Robust dan secure. Robustness merupakan karakteristik dari object-oriented, dimana program dibangun dari banyak kelas atau dalam potongan-potongan kecil, sehingga memudahkan untuk men-debug dan mengelolanya.
  • Portable dan Architecture-neutral, Java dibuat agar bisa portable, cukup dicompile sekali dan dapat berjalan dalam banyak sistem operasi  (Write Once Run Anywhere).
  • High Performance, versi awal dari dari Java Virtual Machine yang dipakai untuk menjalankan Java tidak secepat aplikasi dari C/C++. Akan tetapi saat ini Java telah mendapatkan banyak peningkatan sehingga hampir menyamai aplikasi dengan C/C++.
  • Interpreted, threaded, and dynamic. Interpreted maksudnya Java dicompile menjadi bytecode yang nantinya dijalankan oleh runtime (bukan langsung dijalankan oleh sistem operasinya) sehingga membuat aplikasi portable. Threaded atau multi-threaded artinya bisa melakukan beberapa pekerjaan sekaligus. Dynamic artinya bisa mengubah tipe data saat runtime, selama tipe data tersebut saling kompatibel

Continue reading “Karakteristik Basa Pemrograman Java dan Runtime”

Sejarah Bahasa Pemrograman Java

Dimulai pada tahun 1991, Sun Microsystem memulai proyek yang disebut “Green Project”. Maksud dari “Green Project” ini adalah untuk membuat sebuah bahasa pemrograman baru yang portable, yaitu yang bisa berjalan di banyak sistem operasi tanpa harus meng-compile ulang. Nama awal yang dipilih untuk bahasa pemrograman tersebut adalah “OAK”. Kemudian pada saat di release, diganti nama menjadi “Java”. Seperti nama kopi yang diminum oleh pada developer. Java pertama kali di release ke public pada tahun 1995. Pada saat itu, istilah “Write Once, Run Anywhere” menjadi populer.

Java Programming Logo Continue reading “Sejarah Bahasa Pemrograman Java”

Project Management: Membuat Rencana Proyek (Building Project Plan)

Pada umumnya, orang sadar tentang pentingnya perencanaan proyek. Tetapi pada prakteknya, sedikit sekali yang benar-benar terlibat secara emosi (“emotionally committed”). Mengapa? Ini karena biasanya melanggar beberapa hal kunci dalam perencanaan proyek, yaitu:
  • tujuan perencanaan adalah membangun rencana agar proyek dapat dieksekusi dan dikontrol
  • selalu dibutuhkan penyesuaian berulang, perencanaan proyek bukan aktifitas yang bisa dilakukan hanya satu kali di awal proyek
  • diperlukan manajemen proyek yang bersifat proaktif,
  • project planning bukan pekerjaan yang bersifat top-down, tetapi diperlukan analisa terhadap stakeholder, untuk memvalidasi project definition, memahami ekspektasi, dan me-review prosedur terkait berbagai isu, resiko dan perubahan.